Cara Sederhana Belajar Candlestick Crypto!

Cara Sederhana Belajar Candlestick Crypto!

Belajar Candlestick Crypto

Belajar Candlestick Crypto – Apakah Anda pernah mendengar istilah candlestick dalam bitcoin? Istilah ini sering digunakan dalam dunia crypto dan menjadi salah satu perangkat penting dalam trading bitcoin. Candlestick sendiri adalah jenis perangkat yang berfungsi untuk menemukan daerah penjualan ataupun pembelian pada grafik crypto.

Ada berbagai jenis grafik yang bisa trader gunakan sebenarnya untuk menganalisis harga. Biasanya dalam bentuk grafik garis dan grafik batang. Adapun, grafik candlestick menjadi salah satu yang paling umum dan memiliki keunggulan berbeda dibandingkan dengan yang lainnya. Artikel berikut akan membantu Anda dalam belajar candlestick crypto dan mengetahui polanya supaya Anda dapat membaca pergerakan harga pada pasar crypto.

Pentingnya mempelajari grafik candlestick

Candlestick menyajikan banyak informasi dalam satu formasi grafik. Anda bisa memperoleh informasi-informasi penting tentang bitcoin dari grafik tersebut.

Dengan Candlestick, trader dapat dengan mudah memahami posisi harga tertinggi, harga terendah, pembukaan hingga penutupan pada satu tampilan grafik sederhana. Selain itu, candlestick juga memiliki tampilan yang mudah dimengerti dan menarik.

Pergerakan grafik candlestick selanjutnya akan sejalan dengan prediksi dari apa yang telah ditampilkan pada grafik sebelumnya. Meskipun demikian, ini juga tidak menjadi jaminan bahwa pergerakan selanjutnya akan selalu tepat, meskipun grafik sebelumnya akan cenderung sesuai prediksi.

Mengapa bisa begitu? Hal ini dikarenakan kebanyakan traders akan memiliki kesamaan dalam pola pikir. Grafik candlestick yang sebelumnya menjelaskan bahwa traders akan membuat keputusan hampir serupa, sehingga bisa dijadikan sebagai alat prediksi pergerakan selanjutnya.

Memang tidak semua trader akan berperilaku sama. Biasanya, yang suka mengambil risiko adalah para pemain besar di market area dan mereka mungkin akan bertindak berlawanan dengan grafik candlestick yang disajikan, sehingga akan terjadi perubahan harga di luar proyeksi.

Belajar candlestick crypto

Anda perlu belajar candlestick crypto dan memahami cara membaca atau menganalisis grafik tersebut. Ini supaya Anda dapat menguasai cara trading dengan mengetahui pergerakan harga. Candlestick crypto akan menunjukkan indikasi reversal dan continuation tren, sehingga Anda bisa mengambil langkah untuk menjual atau membeli.

Bagaimanapun, periode waktu adalah sangat penting dan merupakan kunci yang perlu diperhatikan dalam trading. Ketika trader menganalisa candlestick dan kemudian menit berikutnya harga akan berubah maka trader akan memahami pergerakan candlestick berdasarkan waktu perubahan tersebut.

  • Sinyal jual dapat diketahui dengan memperhatikan indikasi pelemahan uptrend. Anda bisa memperhatikan pola hanging man, evening star, dan bearish engulfing. Candlestick sinyal jual akan terjadi jika dua candle bearish memiliki bentuk yang rendah dibandingkan dengan level tertinggi candle sebelumnya.
  • Sinyal beli dapat terjadi jika terdapat pola hammer, morning star, bullish engulfing, dan three white soldiers. Pola ini terbentuk pada akhir downtrend dan akan menunjukkan penolakan harga penutupan mendekati harga tertinggi dari candle sebelumnya.

Jenis-jenis candlestick

Dalam grafik candlestick terdapat tiga jenis utama, namun yang paling perlu diperhatikan adalah bearish candlestick dan bullish candlestick. Apa saja jenis-jenis candlestick?

  • Bearish candlestick, yaitu jenis yang akan menunjukkan suatu kondisi penurunan harga. Hal tersebut ditandai dengan harga pembukaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga penutupan.
  • Bullish candlestick, yaitu suatu kondisi kenaikan yang ditandai dengan harga pembuatan yang lebih rendah dibandingkan dengan harga penutupan.
  • Neutral candlestick, yaitu suatu kondisi kekuatan antara buyer dan seller yang seimbang. Maka, harga penutupan dan harga pembukaan memiliki nilai yang tidak jauh berbeda, bahkan hampir sama. Kondisi tersebut artinya terdapat keraguan pasar.

Adapun formasi yang dapat terbentuk dari jenis-jenis candlestick tersebut dibagi menjadi 3 jenis kategori, yaitu:

  • Formasi single, yaitu pola satu candlestick yang menandakan reversal ataupun continuation. Formasi ini memiliki frekuensi kemunculan yang cukup tinggi, namun dianggap memiliki akurasi yang rendah. Anda bisa melihat bentuk formasi ini dalam berbagai jenis pola hammer, hanging man, marubozu, dan sebagainya.
  • Formasi double, yaitu suatu pola yang memiliki dua candlestick digunakan untuk membentuk sinyal reversal ataupun continuation. Akurasi dari formasi ini cukup sedang. Kategori pola yang termasuk di dalamnya adalah bearish engulfing, bullish engulfing, tweezer bottom, dan tweezer top.
  • Formasi triple, yaitu pola yang terbentuk dari tiga candlestick yang membentuk sinyal reversal ataupun continuation. Formasi ini memiliki tingkat akurasi yang paling tinggi dibanding dengan yang lainnya. Jenis formasi triple dapat ditemukan dalam evening star, morning star, three black crows, dan three white soldiers.

Pola dalam grafik candlestick

Pola candlestick berdasarkan sinyalnya ada beberapa macam, yang populer dikenal dengan prediksi continuation (keberlanjutan) dan reversal (keterbalikan). Continuation tujuannya untuk memprediksi kemungkinan suatu harga dalam melanjutkan tren yang sedang in. Sementara reversal akan memprediksi mengenai perubahan arah dari harga pasar.

Ada banyak pola dari grafik candlestick crypto, namun kali ini akan dibahas 5 saja pola grafik candlestick yang umum muncul. Apa saja contoh dari pola grafik candlestick berdasarkan arah sinyalnya?

1. Hammer

Hammer adalah pola candlestick reversal dengan arah turun. Ciri pola ini adalah memiliki bagian tubuh yang kecil, sementara ekornya panjang. Pola ini merupakan jenis candlestick dengan kategori formasi single, dan biasanya muncul pada bagian dasar downtrend.

2. Hanging man

Pola candlestick hanging man adalah kebalikannya dari pola hammer. Pergerakan pola ini adalah naik ataupun uptrend dan menunjukkan posisi crypto yang akan mendekati puncak dan berbalik turun. Jika pola ini sedang berlangsung, maka Anda dianjurkan untuk tidak melakukan pembelian crypto.

Sebaliknya, arah ini bisa menjadi peluang bagi Anda yang ingin meraup keuntungan dengan menjual aset crypto Anda.

3. Three white soldiers

Pola candlestick ini merupakan suatu arah reversal dari tren turun. Adapun pola ini memiliki tiga jenis bagian tubuh candlestick dengan ciri yang panjang dan berurutan, dengan lebih kuat daripada tubuh candle sebelumnya. Adanya tiga candlestick ini kemudian membuat akurasi dari pembacaan grafik akan lebih tinggi.

4. Bullish engulfing

Pola bullish engulfing akan terbentuk dan memakan candlestick bearish yang sebelumnya. Pola ini dapat menunjukkan potensi reversal sentimen pasar, dari bullish ke bearish.

5. Morning star

Selanjutnya ada pola morning star yang akan menunjukkan kondisi dimana harga akan melanjutkan penurunan, namun adanya kekuatan seller yang tidak kuasa mendukung outlook akan membuat terjadinya pembalikan menuju arah atas. Adapun morning star memiliki 3 ciri candle, yaitu candle bearish panjang, candle formasi netral yang akan menunjukkan tentang keraguan pasar, dan juga candle formasi bullish yang mana mengkonfirmasi reversal.

Belajar candlestick crypto akan membuat Anda mengetahui arah pergerakan harga untuk melakukan trading. Anda akan dapat membuat keputusan berdasarkan analisis grafik candlestick. Namun, tentu diperlukan teknik analisa lain untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. Anjuran terbaik adalah tidak menempatkan candlestick sebagai satu-satunya analisa strategi untuk melakukan trading, apalagi candlestick ini sifatnya adalah spekulatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *