Cara menggunakan indikator moving average

Cara menggunakan indikator moving average

Moving Average (MA) masuk dalam 5 indikator teknikal paling akurat untuk analisa saham versi penulis. Selain itu indikator ini juga yang paling banyak dipakai orang. Apa itu MA dan Exponential MA? Beberapa kombinasi MA? Bagaimana cara beli saham pakai Moving Average? Dan beberapa tips menggunakan MA akan kita bahas disini.

Pengertian Moving Average

Moving artinya bergerak average artinya rata-rata. Jadi indikator Moving Average dalam saham artinya indikator yang digunakan untuk mengetahui rata-rata pergerakan harga saham.

Setiap hari harga saham akan di update, maka rata-ratanya akan bergerak juga tiap hari untuk menghitung rata-rata terbaru digunakan beberapa jenis Moving Average. Berikut beberapa MA yng sering diguanakan:

1. Moving Average 5 (MA 5)

Berati garis MA 5 merupakan rata-rata pergerakan setiap 5 candle.

Jika menggunakan time frame harian, berati menghitung rata-rata harga saham 5 hari terakhir"5 hari kerja".

Jika menggunakan time frame Weekly, berati menghitung rata-rata harga saham 5 minggu terakhir.

Jika menggunakan time frame Monthly, berati menghitung rata-rata harga saham 5 bulan terakhir

2. Moving Average 20 (MA 20)

MA 20 merupakan rata-rata pergerakan setiap 20 candle.

Jika menggunakan time frame harian, berati menghitung rata-rata harga saham 20 hari terakhir"20 hari kerja".

Jika menggunakan time frame Weekly, berati menghitung rata-rata harga saham 20 minggu terakhir.

Jika menggunakan time frame Monthly, berati menghitung rata-rata harga saham 20 bulan terakhir

3. Moving Average 50 (MA 50)

MA 50 merupakan rata-rata pergerakan setiap 50 candle.

Jika menggunakan time frame harian, berati menghitung rata-rata harga saham 50 hari terakhir "50 hari kerja".

Jika menggunakan time frame Weekly, berati menghitung rata-rata harga saham 50 minggu terakhir.

Jika menggunakan time frame Monthly, berati menghitung rata-rata harga saham 50 bulan terakhir.

4. Moving Average 200 (MA 200)

MA 200 merupakan rata-rata pergerakan setiap 200 candle.

Jika menggunakan time frame harian, berati menghitung rata-rata harga saham 200 hari terakhir "200 hari kerja".

Jika menggunakan time frame Weekly, berati menghitung rata-rata harga saham 200 minggu terakhir.

Jika menggunakan time frame Monthly, berati menghitung rata-rata harga saham 200 bulan terakhir, dan seterusnya.

EMA atau Exponential Moving Average

Exponential artinya kenaaikan atau penurunannya tidak linear, dan dalam teknikal EMA lebih sensitif dari MA biasa.

EMA akan memberikan bobot yang lebih berat pada harga terbaru. Jadi EMA lebih cocok untuk saham yang trennya lebih cepat dan kuat.

Misalnya saja saat ada kenaikan EMA akan naik duluan dari pada MA nya. Begitu juga sebaliknya kalau turun EMA lebih responsive.

Perhatikan gambar berikut ini:

Cara memunculkan indikator Moving Average

Buka chart pada platform saham kalian, pilih Indikoator, pilih MA/ Moving Average.

Setelah itu akan muncul garis di tampilan chart kalian. Garis itu adalah garis MA dengan pengaturan default. Biasanya default-nya adalah MA 9.

Nah untuk mengaturnya bisa pilih logo gear, kemudian isi kolom sesuai dengan rata-rata dari berapa candle yang kamu inginkan.

Sejarah Moving Average

MA mulai popular di persahaman sejak tahun 60 an. Publikasi pertama dilakukan oleh Peter Harlan.

Beliau bisa keluarin garis MA karena ia bekerja menjadi insinyur roket yang punya akses ke computer.

Dulu belum di sebut MA tetapi disebut dengan istilah trand value, karena itu memang fungsi utama yaitu untuk mengidentifikasi trend.

Fungsi Moving Average

1. Mengidentifikasi trend

Saat harga berada di atas garis MA maka di sebut up trand.

kalau harga berada di bawah garis MA maka harga saham sedang down trend.

Kalau harga naik turun menembus garis MA maka disebut harga sedang sideway belum ada up trend atau down trend yang kuat.

2. Menentukan support dan resistance

Umumnya saat ada trend kuat harga bisa koreksi. Misalnya saat sedang up trend kuat kita sering melihat harga koreksi ke garis MA yang menjadi support.

Dan sebaliknya saat harga sedang down trend garis MA bisa sebagai resistance yang sulit ditembus.

Lalu apa yang terjadi kalau tembus?

Namanya adalah crossover atau crossing. Ini bisa jadi titik trend berubah arah.

Tetntunya kita ingin tahu kapan harga saham menjadi up trend atau down trend karena itu bisa menjadi sinyal untuk melakukan jual atau beli suatu saham.

Selain crossover harga ada juga crossing 2 garis MA. Hal ini bisa terjadi jika kalian menggunakan kombinasi MA, misalnya MA 50 dan MA 100,

Saat MA yang lebih pendek crossing ke atas menembus MA yang lebih panjang maka itu potensi up tend. Tapi biasanya sinyal ini terlambat karena harga sudah naik duluan.

Kombinasi Moving Average

Kombinasi Moving Average tergantung dengan gaya trading, untuk trading bulanan bisa pakai trading di tame frame yang panjang.

Berikut ini adalah contoh kombinasi 3 Moving Average Dengan menggunkan 3 garis MA jadinya walaupun ada MA yang ditembus atau harga saat sideway kita jadi masih memiliki MA yang lebih panjang untuk menentukan trend nya misalnya kayak gini:

Meskipun MA 20 sideway, dari MA 50 kita tau kalau ini masih dalam up trand, dan kalau melihat garis MA yang lebih pendek konsisten berada diatas digaris MA yanag lebih panjang ini juga pertanda kalau ada up trand yang panjang.

Begitu juga sebaliknya saat garis MA yang lebih pendek konsisten berada di bawah digaris MA yang lebih panjang pertanda kalau ada down trand yang panjang.

Pengunaan Moving Average untuk trading saham

Beli di support pada saham yang sedang up trand tapi sering koreksi ke garis MA dimana garis MA kan menjadi support yang kuat, jadi bisa beli disitu

Beli saat tembus resistant , jadi saham yang beberapa kali tertahan di garis MA dan mugkin garis tersebut pernah jadi support kuat, kita beli saat tembus resistance

Beli saat crossover MA ini biasa disebut golden cross, penulis jarang pakai yang ini kareana bisanya harganya sudah naik duluan, kuncinya tidak semua golden cross akan naik, cari saham yang sedang up trend , pastikan MA pendeknya berada di atas MA yang lebih panjang lalu beli saat terjadi golden cross di MA yang pendek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *