Teknik Trading Dengan Candlestick: Pola Bullish Reversal

Teknik Trading Dengan Candlestick: Pola Bullish Reversal

pola bullish reversal

diskartes.com – Assalamualaykum traders!

Dunia pasar modal penuh dengan ketidakpastian, kadang ketika naik luar biasa ternyata mendadak kebentur tembok resisten sehinga harus turun curam. Sama juga kalau pas downtrend, pada suatu momentum tertentu akan ada saatnya memantul naik lagi.

Nah proses me”mantul”isasi akan menjadi topik pembahasan kita sekarang, terutama yang menunjukkan perubahan dari downtrend ke uptrend.

Untuk menganalisis perubahan ini, saya menggunakan alat bantu candlestick yang bisa Anda coba melalui beberapa tools gratis di internet. Sebut saja yahoo finance, google finance, investing.com, dan masih buanyak lagi.

Dengan menggunakan candlestick, berarti Anda menganalisis batang-batang yang ada. Sedikit mesum emang nih alat. LoL

Okaylah, daripada terus ngelantur yuk kita mulai “gituan”nya!

Bagaimana melihat pola pembalikan arah pasar saham?

1. Bullish engulfing

Pola bullish engulfing biasa ditemui pada akhir periode trend yang sedang turun. Ciri terjadinya pola bullish engulfing ini bisa Anda temukan ketika melihat dua buah candlestick.

Candlestick pertama menunjukkan penurunan harga saham dibandingkan hari sebelumnya. Candlestick kedua ternyata harganya meningkat bahkan lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya dengan volume yang lebih besar.

bullish engulfing

Setelah melihat ilustrasi di atas, Anda bisa membayangkan tentunya bahwa kenaikan yang signifikan merupakan pertanda bahwa trend turun berakhir.

Skenario bullish engulfing menjadi lebih sempurna ketika candlestick pertama berbentuk doji. Apa itu doji? Doji menunjukkan kebimbangan pasar, yakni ketika candlestick menunjukkan gambar +. Sementara candlestick kedua, mengalami penurunan terlebih dahulu, kemudian melesat ke atas.

Untuk meminimalisir kerugian ketika trading di posisi bullish engulfment, Anda bisa melakukan dengan cara membeli ketika harga saat ini lebih rendah atau mengalami penurunan dibandingkan dengan harga kemarin. Kemudian gunakan stop loss order apabila ternyata tidak sesuai dengan skenario yang diharapkan.

2. Bullish Harami

Tetap ada dua candlestick sebagai tanda pembalikan, bedanya yang pertama lebih besar dibandingkan yang kedua. Jadi kalau dilihat maka candlestick kedua lebih kecil dibandingkan candlestick pertama. Semakin kecil candlestick kedua, maka semakin bagus indikasi pembalikannya, apalagi kalau membentuk doji.

Pada umumnya bullish harami dianggap oke ketika yang pertama turun, kemudian naik seperti nomor kedua.

Untuk mengkonfirmasi kenaikan, paling “sreg” mengatakan bullish harami tercipta dengan sempurna jika terjadi seperti nomor tiga sesuai gambar. Hal ini menunjukkan pola “panic buy” yang tercipta dengan mendadak, kemudian diikuti konsolidasi, untuk naik lagi.

3. Bullish Hammer

Kenapa disebut bullish hammer?

Ya bentuknya mirip palunya si Thor, makanya dikasih embel-embel hammer. Seperti inilah kira-kira si Thor kalau lagi megang palu.

apa itu bullish hammer

Sumber: Amazon.com

Okay, sekarang serius lagi!

Kalau dua indikator sebelumnya terdiri dari dua candlestick, bullish hammer cukup satu saja. Syaratnya, bagian bayangan paling tidak dua kali panjang bagian badan candlesticknya.

Setelah turun dengan sangat drastis, maka pada suatu momen intraday muncul bullish hammer. Bagaimana melihatnya?

Kondisi ini terlihat pada hari tersebut, tekanan jual masih sangat terasa. Namun ketika jam penutupan, para buyer sudah mulai aktif sehingga memaksa harga naik.

apa itu bullish hammer

4. Morning Star

Kali ini candlestick yang dilihat lebih banyak, morning star adalah indikator pembalikan yang menggunakan 3 candlestick. Apa saja itu?

  1. Candlestick merah yang panjang, menunjukkan penurunan harga saham
  2. Candlestick warna merah atau hijau yang kecil, bisa pula berupa doji sehingga menjadi “morning doji star”
  3. Candlestick hijau yang panjang, menunjukkan kenaikan harga saham

Kunci indikator ini ada di candlestick tengah, karena merupakan penunjuk terjadinya persaingan seller dan buyer. Apabila bagian tengah berbentuk doji, maka sinyal balik trend akan lebih kuat.

apa itu morning star

5. Abandoned Baby

Pola berikutnya adalah abandoned baby. Lucu yak namanya, bayi yang ditinggalkan.

Nah, seperti morning star, pola abandoned baby menggunakan 3 candlestick juga.

  1. Candlestick merah yang panjang, menunjukkan penurunan harga saham
  2. Doji dengan gap yang memisahkan antara candlestick sebelumnya dan sesudahnya
  3. Candlestick hijau yang panjang, menunjukkan kenaikan harga saham

Satu-satunya yang membedakan dengan morning star adalah adanya gap antara candlestick di tengah dengan candlestick sebelum dan sesudahnya. Gap antara candlestick di tengah dengan candlestick sebelumnya menunjukkan tekanan jual yang luar biasa masih ada, untuk kemudian menyurut dan membentuk doji. Setelah itu disusul di hari ketiga yang membentuk gap dengan candlestick hijau panjang, menunjukkan kekuatan buyer sekaligus mengkonfirmasi pembalikan trend.

abandoned baby adalah

6. Pola Piercing

Pola piercing adalah pola pembalikan arah trend dengan menggunakan dua candlestick, yang pertama berwarna merah/hitam sementara yang kedua hijau/putih.

Syarat terjadinya pola piercing ini adalah harga di candle hijau dibuka lebih bawah daripada penutupan hari sebelumnya (candle merah). Kemudian pada saat penutupan, candle hijau berakhir di atas tengah candle merah.

Kalau enggak ini contoh gambarnya

pola piercing adalah

Kapan saat yang tepat untuk beli saham?

Pada praktiknya, tentu saja pola bullish reversal ini akan terbentuk lebih dahulu baru kita bisa masuk ke pasar. Menjadi sulit apabila ternyata setelah masuk, ternyata pergerakan harga tidak sesuai teori. Itu akan sangat wajar!

Sentimen pasar tidak mungkin bisa diprediksi 100%, jika bisa, pasti semua technician akan menjadi dewa.

Jadi apa yang bisa kita lakukan? Ini saran saya, kalau tidak diikuti gapapa. Toh setiap orang punya style yang berbeda-beda.

  1. Untuk saham yang sedang downtrend, temukan pola bullish reversal yang sangat kuat. Apabila indikasinya belum cukup kuat, jangan dianggap sebagai titik balik trend, cukup sebagai titik support saja.
  2. Ketika sudah masuk ke pasar, jangan lupa siapkan titik stop lossnya. Mengambil posisi ketika downtrend bisa berisiko tinggi, maka Anda harus lebih berhati-hati.
  3. Berdoa

Well, nampaknya sudah cukup ya gaes. Anda bisa baca sedikit tulisan tentang timing beli saham di artikel sebelumnya juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *